PENGANGGARAN MODAL
PENGANGGARAN MODAL
Penganggaran modal terkait dengan proses pengambilan keputusan investasi jangka panjang, dan mempunyai dampak strategis bagi perusahaan.
KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL
Keputusan penganggaran modal harus dihubungkan dengan perencanaan strategi perusahaan secara keseluruhan. Strategi mencakup perencanaan masa depan perusahaan. Penganggaran modal secara implisit memerlukan seatu komitemen ke dalam masa depan perusahaan. Penganggaran modal harus diintregrasikan dengan perencanaan strategi perusahaan. Hal ini penting karena investasi yang terlalu besar atau terlalu kecil akan mempunyai dampak jangka panjang bagi masa depan perusahaan. Apabila perusahaan telah melakukan investasi pada aktiva tetap yang terlalu besar, hal ini akan menimbulkan beban yang berat dan tidak semestinya bagi perusahaan sebaliknya.
Jika investasi terlalu kecil, maka perusahaan tidak memiliki kapasitas yang cukup sehingga dapat mengakibatkan perusahaan kehilangan kesempatan untuk menguasi pangsa yang ada. Penganggaran modal memerlukan biaya yang sangat besar. Sebelum perusahaan mengeluarkan banyak uang, perusahaan harus membuat rencana yang tepat karena jumlah dana yang yang besar tidak dapat disediakan dalam waktu yang singkat.
MACAM-MACAM KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL
Pengelompokan keputusan penganggaran modal dibuat dengan maksud untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Ditinjau dari aspek penghematan biaya dan peningkatan pendapatan usulan investasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
· Penggantian, yaitu usulan investasi untuk mengganti asset yang sudah aus agar efisiensi produksi tetap dapat dipertahankan, misalnya mesin lama diganti dengan mesin baru yang lebih efisien.
· Perluasan, yaitu usulan investasi yang dimaksudkan untuk menambah kapasitas produksi dari lini produk yang telah ada. Misalnya menambah jumlah mesin baru yang tipenya sama dengan mesin yang telah dipakai.
· Pertumbuhan, yaitu usulan investasi untuk mengembangkan lini produk yang baru berbeda dengan lini produk yang sudah ada, misalnya mula-mula perusahaan bergerak dalam bidang produksi sepatu kemudian melakukan investasi baru di bidang restoran.
Ditinjau dari tingkat ketergantungannya, usulan proyek investasi dapat dikelompokkan menjadi empat:
· Independent project, yaitu dua atau lebih proyek yang tidak ada keterkaitan antara proyek yang satu dengan proyek lainnya.
· Mutually exclusive project, yaitu dua atau lebih usulan investasi yang mempunyai manfaat yang sama dan jika semuanya layak, maka tidak semuanya dapat dilaksanakan tetapi harus dipilih salah satu diantaranya yang terbaik.
· Complement project, yaitu dua atau lebih usulan investasi yang bersifat saling melengkapi.
· Substitutes project, yaitu dua usulan investasi yang bersifat saling manggantikan,.
ESTIMASI ARUS KAS
Penilaian suatu usulan invesatsi didasarkan pada arus kas setelah pajak bukan didasarkan pada laba akuntansi. Arus kas yang dipakai dalam melaksanakan evaluasi suatu usulan investasi adalah arus kas yang relevan untuk proyek yang dievaluasi. Dalam mengistemasi arus kas yang relevan untuk suatu proyek, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan, yaitu:
Sunk Costs
Biaya yang telah terjadi dan tidak bisa dialihkan, oleh karena itu tidak dapat dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi
Opportunity Costs
Merupakan manfaat yang dikorbankan jika suatu investasi dilaksanakan.
Side Effects
Produk baru yang bersifat substitusi atau komplementer terhadap produk lama, dapat menimbulkan efek samping yang buruk atau baik terhadap arus kas perusahaan di masa depan yang akan datang. Dampak negatif terhadap arus kas perusahaan dari produk lama sebagai akibat dari diperkenalkan pada produk baru yang disebut dengan erosion.
Net Working Capital
Suatu proyek akan membutuhkan investasi dalam modal kerja bersih sebagai tambahan atas investasi pada aktiva tetap. Perusahaan menyediakan modal kerja tersebut pada saat awal dengan demikian menambah arus kas untuk investasi awal dan memperoleh kembali pada saat investasi berakhir sehingga menambah arus kas masuk pada saat proyek berakhir.
Financing Cost
Dalam menganalisis suatu usulan proyek investasi, tidak memperhitungkan bunga yang dibayar, atau biaya pendanaan lainnya, seperti dividen atau pembayaran pokok pinjaman, karena yang penting dipertimbangkan adalah arus kas yang dihasilkan oleh aktiva tetap dari proyek.
Initial Cash Outflow
Merupakan pengeluaran kas untuk membiayai proyek selama dalam proses perencanaan, konstruksi sampai dengan proyek siap untuk dioperasikan. Macam-macam pengeluaran kas yang diperlukan untuk investasi awal diantaranya:
· Harga beli tanah tempat lokasi proyek.
· Biaya mendirikan bangunan.
· Harga beli mesin.
· Biaya pemasangan.
· Biaya percobaan dan sebagainya.
Operational Cash Inflows
Penerimaan kas dari penjualan dan juga terjadi pengeluaran kas untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan. Arus kas operasi yang diperhitungkan adalah arus kas bersih selama proyek investasi diopersikan. Besar kecilnya arus kas masuk yang berasal dari operasi dihitung atas dasar setelah pajak dengan rumus sebagai berikut:
a. Net Cash Inflows (NCF) = EBIT (1 – Tax) + Depreciation, atau
b. Net Cash Inflows (NCF) = EAT + Depreciation + (1 – Tax) Interest
Keterangan :
EBIT = Earning Before Interest and Taxes
EAT = Earning After Taxes
Terminal Cash Flow
Terminal cash flow merupakan arus kas masuk yang terjadi pada masa pengoperasian proyek. Arus kas masuk ini dapat berasal dari nilai sisa penjualan aktiva pada akhir umum proyek dan dari pengembalian modal kerja yang dikeluarkan pada saat proyek mulai dioperasikan. Dalam perhitungan arus kas yang berasal dari nilai sisa aktiva proyek perlu memperhitungkan hasil penjualan aktiva tersebut, dan pengaruh pajak sebagai akibat dari adanya pengakuan laba atu rugi atas penjualan aktiva.
METODE PENILAIAN INVESTASI
Terdapat beberapa metode untuk menilai kelayakan dari suatu usulan proyek investasi diantaranya:;
· Payback Period (PBP)
Adalah periode waktu yang diperlukan untuk menutup kembali seluruh investasi awal yang dikeluarkan dengan menggunakan arus kas masuk yang diperoleh dari proyek tersebut.
· Net Present Value (NPV)
Merupakan metode yang didasarkan pada arus kas yang didiskonto. Implementasi dari metode ini, pertama harus dihitung nilai sekarang dari arus kas masuk bersih yang diharapkan dari suatu proyek investasi, didiskonto dengan biaya modal dan kemudian dikurangi dengan investasi dari proyek tersebut.
· Internal Rate of Return (IRR)
Merupakan metode perhitungan investasi dengan menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar